Terdetik hati ketika itu,
Terdengar sayu suara merdu,
Menanti pasti tiada berhenti,
Tibanya hari penuh misteri.
Biarpun badai datang melanda,
Namun tetap jua diriku pada-NYA,
Tiada kata mampu terungkap,
Hanya kata hati mampu merungkainya.
Ku susuri layar keinsafan,
Yang pada itu hanya ada aku,
Mulai terdetik rasa cinta pada-NYA,
Menanti bahagia menyusuri lenaku.
Kutitipkan rasa cinta tiada bertepian,
Mengiringi doa tulusku untuk negaraku,
Kebahagiaan yang dinantikan menjelang tiba,
Hari kebebasan dari genggaman durjana.
Dulunya tanahmu, ditikam, diheret, ditindas sang murka,
Tanpa belas kasihan,
Hatimu dirobek, dicarik, dipanah bertalu-talu,
Dirimu terpaku kaku tanpa ilusi.
Namun, kini segalanya berakhir,
Tiada lagi tikaman, heretan,
robekan mahupun panahan durjana,
Singgah merayap ke tanah airmu tercinta.
Kebebasan yang kiniku kecapi segalanya darimu,
Negaraku kini aman bebas merdeka,
Terima kasih pejuang tanah airku.
Merdeka!! Merdeka!! Merdeka!!

Nukilan: KNA
No comments:
Post a Comment